Kamis, 08 Maret 2012

PERANAN ANGLE KAMERA DALAM PEMBUATAN FILM INDIE/FILM PENDEK




     Camera angle atau sudut penempatan kamera memegang peranan yang sangat penting pada sinematografi khususnya pada pembuatan film pendek atau film indie. Dalam pembuatan film pendek/indie sangat perlu untuk mempelajari tentang tehnik pengambilan frame adegan/gambar,karena dengan begitu film yang kita buat akan lebih menarik,selain itu dalam setiap adegan film tentu pengambilan gambar dengan banyak tehnik dalam animasi pengambilan objek dapat di isi pada storyboard. 
     Bagaimanapun juga sebuah film dibentuk oleh beberapa banyak shot yang membutuhkan penempatan kamera di tempat yang terbaik bagi penonton untuk mengikuti cerita dalam film. Penempatan angle yang baik tentu saja bisa memperkuat dramatik sebuah film karena angle kamera ini adalah mata penonton melihat informasi visual dan juga bisa berarti seberapa besar area yang kita gunakan dalam sebuah shot. Penempatan sudut kamera akan memposisikan penonton lebih dekat dengan action yang ada dalam film , misalnya dengan teknik close up dan lain sebagainya.
     Penempatan sudut kamera ini sangat dipengaruhi beberapa faktor diantaranya analisah pada skenario, penggunaan jenis lensa dan sebagainya. Memang lewat pengalaman panjang dan ketrampilan penempatan kamera bisa di lakukan secara intuisif sifatnya. Akan tetapi jika kita mempelajarinya tentu akan mempermudah kita dalam membuat sebuah shot.
     Penempatan sudut kamera juga berpengaruh pada kondisi psikologis penonton, contohnya adalah jika kita menggunakan High Angle – kamera lebih tinggi dari garis axis kamera , maka penonton akan diposisikan lebih tinggi dari subjek, hal ini yang membuat penonton merasa subyek lebih kecil baik secara fisik atau lebih rendah derajatnya dalam tatanan sosial. Pada film hal ini sering digunakan untuk memperlihatkan pengemis, rakyat jelata dsb. Sedangkan penggunaan Low Angle – Kamera lebih rendah dari garis aksis kamera, maka penonton diposisikan lebih rendah dari subjek, hal ini yang membuat penonton merasa subjek lebih tinggi secara fisik atau lebih tinggi derajat nya dalam tatanan sosial. Hal seperti ini banyak kita temukan di film untuk memperlihatkan raja , hakim dsb. Kemudian ada juga yang disebut dengan Eye level – kamera sama tingginya dengan level subjek atau jika subjek berdiri / duduk kamera berada pada aksis yang sama dengan posisi subjek. Bisa dikatakan sebagai pandangan subjek ke subjek lain dalam sebuah potongan tapi bukan Point of View. Beberapa jenis angle kamera yaitu sebagai berikut :

§  Obyektif camera angle
     Angle obyektif maksudnya adalah kamera menjadi point of view cerita, artinya penonton melihat semua elemen visual yang sutradara berikan dalam filmnya. Contoh yang paling gampang adalah dalam film dokumenter dimana orang-orang tidak melihat ke arah lensa kamera atau dalam candid shot / kamera tersembunyi.
§  Subyektif camera angle
     Angle subyektif maksudnya adalah seperti personal view point artinya penonton berpartisipasi dalam sebuah shot seperti pengalaman sendiri. Contohnya adalah shot dari udara atau aerial shot yang memperlihatkan pemandangan kota. Atau birds point of view. Jika seorang aktor melihat langsung ke arah lensa / penonton maka penonton disini juga berpartisipasi dalam sebuah shot tersebut, maka bisa juga di sebut angle subyektif.
§  Point of view
     Point of view adalah pandangan subyektif dari subyek dalam scene. Maksudnya jika kita melihat seorang aktor melihat ke arah langit kemudian shot selanjutnya adalah arak-arakan mega di langit maka shot ke dua tersebut adalah point of view subyek tersebut.
     Adapun ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:
1. Extreme Close Up (ECU/XCU) adalah pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau mata objec
2. Big Close Up (BCU) adalah pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
3. Close Up (CU) adalah gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya  saja atau sepasang kaki yang bersepatu   baru 
4. Medium Close Up adalah (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
5. Medium Shot (MS) adalah pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya  saja(dari perut/pinggang keatas).
6. Knee Shot (KS) adalah pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
7. Full Shot (FS) adalah pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
8. Long Shot (LS) adalah pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
9. Medium Long Shot (MLS) adalah gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
10. Extreme Long Shot (XLS) adalah gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
11. One Shot (1S) adalah Pengambilan gambar satu objek.
12. Two Shot (2S) adalah pengambilan gambar dua orang.
13. Three Shot (3S) adalah pengambilan gambar tiga orang.
14. Group Shot (GS)adalah pengambilan gambar sekelompok orang.
     Jadi, dapat kita simpulkan bahwa angle kamera memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembuatan film pendek/ film indie sehingga akan menghasilkan karya yang berkualitas tinggi.